Tuesday, 24 June 2014

LANGSAT TANTA a.k.a LANGSAT TANJUNG

Langsat (Lansium domesticum) yang menjadi primadona jenis langsat di Provinsi Kalimantan Selatan kini musim buahnya mulai habis.
Oleh sebab itu, langsat yang terdapat di Kabupaten Tabalong, Kalsel tersebut, kini harganya mulai mahal kembali, demikian dilaporkan dari Tanjung pada akhir Maret 2010 tadi
Sebagai contoh, harga langsat Tanjung di pasaran kota Tanjung, kini per kilogram mencapai Rp 12.000 atau naik sekitar Rp 2.000 dibandingkan dengan beberapa pekan sebelumnya.
Sementara di pasaran Banjarmasin, kalau asli langsat Tanjung kini per kilogramnya seharga Rp 13.000 dan bisa lebih, kecuali campuran sekitar Rp 10 ribu/Kg atau sama dengan harga jenis langsat Kalsel lainnya.

“Buah langsatnya mulai habis, sedangkan ‘nang katuju’ (yang meminati) cukup banyak,” ujar Utih (57), warga Warukin Tanjung yang berjualan buah tahun tersebut di Pasar Mabuun Tanjung.
Pemasaran buah langsat Tanjung selain sampai ke Banjarmasin, juga ke Kalimantan Timur seperti Kota Balikpapan dan Samarinda.
“Harga jual di Balikpapan dan Samarinda, jauh lebih ‘larang’ (mahal) dari pasaran Banjarmasin atau kota Tanjung sendiri,” tutur ayah dari lima anak itu.
“Karena itu, pasaran langsat Tanjung lebih banyak ke Kaltim dibandingkan dengan pasaran Kalsel. Namun, harga kami disini, paling ‘larang’ Rp12.000/Kg,” demikian Utih.
Langsat Tanjung terkenal di seantero Kalsel sejak puluhan tahun lalu, karena rasanya yang lebih manis dari jenis langsat lainnya yang terdapat di provinsi tertua di Pulau Kalimantan itu.
Namun, jika dibandingkan dengan duku Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dan duku Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), rasa manisnya langsat Tanjung kalah. Karena langsat Tanjung masih ada rasa kecut yang mungkin sama dengan langsat Cundet Betawi.
Manisnya buah duku atau langsat dari Tanjung Kabupaten Tabalong, Kalsel terkenal hingga ke Provinsi Kalteng. Tidak heran jika langsat Tanjung digemari warga.
Seperti di Palangkaraya, hampir di semua jalan protokol terdapat penjual langsat yang berjualan di pinggir jalan. Untuk meyakinkan pembeli, penjual sengaja menulis Langsat Tanjung di gerobak jualan mereka.
Sebagian pembeli mengaku lebih senang langsat Tanjung karena manis meski di Kalteng juga ada langsat lokal yaitu langsat Kahayan. Langsat Tanjung juga banyak dijual di Kasongan hingga Sampit oleh pedagang dari Banjarmasin.

No comments:

 
;